Sabtu, 27 Agustus 2011
Abu Ma'shar Astrolog Muslim Dari Persia
Infrastruktur Transportasi Negara Khilafah
Kitab Aljabar, Karya Fenomenal Matematikus Agung
Adalah Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi sang penulis kitab matematika itu. Matematikus Muslim asal Persia itu merampungkan kitab yang sangat populer dan menjadi rujukan para ahli matematika sepanjang zaman itu pada 820 M. Berkat kitab inilah, dunia matematika modern mengenal istilah Aljabar. Aljabar berasal dari bahasa Arab al-gabr yang berarti ''pertemuan'' atau ''hubungan.''
Boyer menambahkan, kitab karya Khawarizmi itu juga memperkenalkan metode dasar "mengurangi" dan "keseimbangan/balancing", yang mengacu pada perubahan syarat-syarat mengurangi sisi lain sebuah persamaan yaitu pembatalan syarat-syarat seperti sisi berlawanan dari persamaan.
Kitab Aljabar juga telah menjadi rujukan ilmuwan sepanjang masa, baik itu bagi matematikus Islam maupun Barat. Beberapa saintis terkemuka juga telah menerbitkan buku dengan nama Kitab al-Gabr wa-l-muqabala, diantaranya; Abu Hanifa al-Dinawari serta Abu Kamil Shuja ibnu Aslam.
Selain itu, Abu Muhammad al-'Adli, Abu Yusuf al-Missisi, 'Abd Al-Hamid ibnu Turk, Sind ibnu 'Ali, Sahl ibnu Bišr, dan Sarafaddin al-Tusi juga termasuk ilmuwan Muslim yang banyak terpengaruh pemikiran Khawarizmi.
R Rashed dan Angela Armstrong dalam karyanya bertajuk The Development of Arabic Mathematics, menegasakan bahwa Aljabar karya Al-Khwarizmi memiliki perbedaan yang signifikan dibanding karya Diophantus, yang kerap disebut-sebut sebagai penemu Aljabar. Dalam pandangan kedua ilmuwan itu, karya Khawarizmi jauh lebih baik di banding karya Diophantus.
"Teks karya Khwarizmi begitu berbeda, tidak hanya dari buku karya orang Babilonia, tetapi juga dari karya Arithmatika-nya Diophantus. Ini tidak lagi menyangkut sejumlah masalah untuk diselesaikan, namun sebuah pertunjukan yang dimulai dengan istilah sederhana yang kombinasinya memberikan semua kemungkinan untuk persamaan dasar, yang mulai saat ini secara eksplisit merupakan objek studi yang benar,'' papar Rasheed dan Armstrong.
Hal senada diungkapkan sejarawan sains JJ O'Connor dan EF Robertson pada karyanya berjudul History of Mathematics. Menurutnya, karya matematikus Persia itu merupakan karya yang revolusioner. "Mungkin salah satu kemajuan yang paling signifikan yang dibuat ahli matematika Arab hingga saat ini adalah karya Khawarizmi, yakni Kitab Aljabar,'' ujar O'Connor dan Robertson.
Menurut keduanya, Kitab Aljabar sungguh sangat revolusioner, karena mampu beralih dari ari konsep matematika Yunani yang didasarkan pada geometri. 'Dalam pandangan O'Connor dan Robertson, Kitab Aljabar yang ditulis Khwarizmi berisikan teori pemersatu yang menyediakan angka-angka/bilangan rasional, angka-angka irasional, besar/jarak geometri, dan lain-lain.
O'Connor dan Robertson menambahkan semua bilangan tersebut diperlakukan sebagai "objek aljabar". Hal itu dinilai sebagai sebuah perkembangan bagi matematika. Pasalnya, Kitab Aljabar telah membuka jalan baru bagi konsep yang telah ada sebelumnya.
"Dan ini merupakan sarana yang dapat menjadi kendaraan bagi pembangunan masa depan s. Aspek lain yang penting adalah aspek pengenalan gagasan Aljabar yang telah disediakan matematika yang akan diterapkan untuk dirinya sendiri dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," papar O'Connor dan Robertson.
Kitab karya Khawarizmi itu merupakan sebuah kompilasi dan perluasan aturan yang diketahui untuk memecahkan persamaan kuadrat dan untuk beberapa masalah lain, dan dianggap sebagai dasar aljabar moderen. Buku yang sangat populer ini mulai diperkenalkan ke dunia dunia Barat lewat terjemahan bahasa Latin oleh Robert of Chester berjudul Liber algebrae et almucabala.
Karena buku ini tidak memberikan sejumlah kutipan untuk penulis sebelumnya, sehingga tak diketahui pendapat siapa saja yang digunakan Khwarizmi sebagai referensi dalam karyanya itu. Sejarawan matematika modern mengomentari kitab itu berdasarkan analisis tekstual dari buku dan seluruh tubuh pengetahuan tentang dunia Muslim kontemporer.
Pastinya yang paling berhubungan dalam karya Khawarizmi adalah ilmu matematika India. Pasalnya, ia telah menulis buku berjudul Kitab al-Jam wa-l-tafriq-bi-hisab al-Hind atau The Book of Addition and Subtraction According to the Hindu Calculation yang membahas sistem bilangan Hindu-Arab.
Buku persamaan pengurangan kuadrat acak ke salah satu dari enam jenis dasar dan menyediakan metode aljabar dan geometri untuk memecahkan dasar utama. "Pengurangan angka-angka abstrak modern dalam aljabarnya Khawarizmi adalah retorik menyeluruh, dengan tidak ada yang sinkopasi ditemukan pada Aritmatika Yunani atau karya Brahmagupta. Bahkan angka-angka yang ditulis lebih banyak dalam kata-kata daripada simbol," tutur Carl B Boyer, dalam karyanya bertajuk A History of Mathematics.
Dengan demikian persamaan akan dijelaskan secara lisan dalam bentuk istilah "kuadrat" (sekarang menjadi "x2"), "akar" (sekarang menjadi "x") dan "angka"(biasa dibilang angka, seperti '40-2'). Enam jenis persamaan dengan angka-angka modern, adalah:
* kuadarat sama dengan akar ( ax2 = bx )
* kuadrat sama dengan angka/bilangan ( ax2 = c )
* akar sama dengan angka ( bx = c )
* kuadrat dan akar sama dengan angka ( ax2 + bx = c )
* kuadrat dan angka sama dengan akar ( ax2 + c = bx )
* akar dan angka sama dengan kuadrat ( bx + c = ax2 )
Bagian berikutnya dari buku ini membahas contoh-contoh praktis dari penerapan peraturan yang telah dijelaskan. Bagian berikut, berkaitan dengan penerapan masalah pengukuran luas dan volume atau isi. Bagian terakhir berkaitan dengan perhitungan yang melibatkan aturan yang sulit dari warisan Islam.
Kisah Hidup Bapak Aljabar
Bapak Aljabar. Begitulah ilmuwan yang bernama lengkap Abu 'Abdallah Muhammad ibnu Musa al-Khwarizmi itu kerap dijuluki. Ia merupakan seorang ahli matematika dari Persia yang dilahirkan pada tahun 194 H/780 M, tepatnya di Khwarizm, Uzbeikistan. Karena itulah, ia kerap kali disapa dengan panggilan Khawarizmi.
Selain terkenal sebagai seorang ahli matematika yang agung, ia juga adalah astronomer, dan geografer yang hebat. Berkat kehebatannya, Khawarizmi terpilih sebagai ilmuwan penting di pusat keilmuwan yang paling bergengsi pada zamannya, yakni Bait al-Hikmah atau House of Wisdom yang didirikan khalifah Abbasiyah di metropolis intelektual dunia, Baghdad.
Bait al-Hikmah merupakan lembaga yang berfungsi sebagai pusat pendidikan tinggi. Dalam kurun dua abad, Bait al-Hikmah ternyata berhasil melahirkan banyak pemikir dan intelektual Islam. Di antaranya, nama-nama ilmuwan seperti Khwarizmi.
Khawarizmi adalah seorang ilmuwan jenius pada masa keemasan Islam di kota Baghdad, pusat pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah. Ia sangat berjasa besar dalam mengembangkan ilmu aljabar dan aritmetika. K
Kitab Aljabr Wal Muqabalah (Pengutuhan Kembali dan Pembandingan) merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana istilah aljabar muncul dalam kontesk disiplin ilmu. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal tersebut. Karangan itu sangat populer di negara-negara barat dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin dan Italia. Bahasan yang banyak dinukil oleh ilmuwan barat dari karangan Khawarizmi adalah tentang persamaan kuadrat.
Sumbangan Al-Khwarizmi dalam ilmu ukur sudut juga luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi.
Selain mengarang al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, ia juga diketahui telah menulis beberapa buku dan banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya, satu diantaranya berjudul Kitab al-Jam'a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi (Menambah dan Mengurangi dalam Matematika Hindu).
Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa. Khawarizmi meninggal pada tahun 262 H/846 M di Baghdad.(rp)www.suaramedia.com
Abbas Ibnu Firnas, Peletak Dasar Teori Pesawat Terbang
Yaman pun Negeri Asal Para Ilmuwan
Yaman sedang bergolak. Presidennya terluka dan kabur berobat ke Saudi Arabia. Suasana politik menjadi serba belum pasti hingga tulisan ini ditulis. Dalam suasana seperti itu tentu sulit untuk melanjutkan kehidupan secara normal, apalagi aktivitas pendidikan dan pengembangan sains dan teknologi.
Dahulu, ketika Khilafah masih tegak dan syariah masih diterapkan, keributan politik tak banyak berpengaruh pada aktivitas pendidikan dan pengembangan sains, karena aktivitas ini sudah melebur dalam kehidupan masyarakat. Karena itu meski Khalifah silih berganti dan sebagian bahkan secara berdarah tetapi pendidikan tetap berjalan dengan kualitas tinggi, melanjutkan nilai-nilai Islam ke generasi berikutnya. Para ilmuwan juga tetap berkarya karena era yang baru tentu tetap membutuhkan kontribusi mereka.
Di masa lalu, meski Yaman tidak sebesar Baghdad atau Cordoba, namun Yaman ternyata juga pernah punya sejumlah ilmuwan besar.
Yang pertama Ya’qūb ibn Isḥāq al-Kindī (Alkindus), yang dijuluki “guru-filosof-kedua-pasca-Aristoteles”. Dia hidup dari 801 - 873 M. Meski lahir di Kufah Iraq, tetapi al-Kindi adalah keturunan bani Kindah yang berasal dari Yaman. Selain filosof, dia juga ahli berbagai bahasa, juga dokter yang meneliti dosis tepat khasiat obat (farmakologi) dan menggabungkannya dengan khasiat terapi musik, bahkan juga bereksperimen dengan cryptografi - bagian ilmu matematika untuk menyandi dan mengungkap informasi yang tersandi. Al-Kindi pernah menjadi tokoh sentral di Baitul Hikmah di Baghdad, dan beberapa Khalifah Abbasiyah menunjuknya untuk menjadi guru privat anak-anak Khalifah serta memimpin tim penerjemahan banyak naskah Yunani kuno ke dalam bahasa Arab. Karena naskah-naskah ini umumnya membahas filsafat, maka dalam perkembangannya, tulisan-tulisan al-Kindi tentang filsafatlah yang paling banyak dibicarakan orang.
Potret al-Kindi
Sebagian dari karya filsafat al-Kindi memang kontroversial dan menjadi sasaran kritik para ahli Ushuluddin. Misalnya al Kindi menganggap bahwa wahyu dan pengetahuan empiris adalah dua jalur yang sama-sama menuju Tuhan. Ini bisa diartikan bahwa tanpa wahyupun orang bisa mendapatkan kebenaran bagaimana cara beribadah dan cara hidup di dunia lainnya. Sayangnya, tidak banyak tulisan asli al-Kindi yang bertahan hingga zaman modern untuk direview. Sebagian yang ada hingga kini adalah komentar atas komentar tulisan al-Kindi. Bisa saja, komentar yang pertama sudah bias karena tidak memahami pendapat asli al-Kindi.
Ilmuwan Italia zaman Rennaisance Geralomo Cardano (1501-1575) menyebut al-Kindi sebagai salah satu dari 12 pemikir terbesar Zaman Pertengahan. Menurut Ibn an-Nadim, al-Kindi menulis sedikitnya 260 buku, di antaranya 32 buku tentang geometri, 22 buku tentang kedokteran, 22 buku filsafat, 9 buku logika, 12 buku fisika. Meskipun banyak bukunya telah hilang, sebagian terjemahan latinnya diselamatkan Gerard of Cremona dan sebagian lain ditemukan di sebuah perpustakaan di Turki.
Dari buku cryptografi al-Kindi
Harbi al-Himyari adalah ilmuwan Arab dari Yaman hidup antara abad 7 - 8 M. Dia adalah salah satu guru dari ahli kimia terbesar Jabir al Hayyan. Namun biografinya tidak banyak diketahui.
Abū Muḥammad al-Ḥasan ibn Aḥmad ibn Ya‘qūb al-Hamdānī (sekitar 893-945 M) adalah Muslim Arab yang ahli geografi, pujangga, ahli bahasa, sejarawan dan astronom. Dia berasal dari suku Hamdan, di barat ‘Amran Yaman. Dia adalah salah satu wakil kebudayaan Islam pada masa-masa akhir Khilafah Abbasiyah.
Sayang data biografi al-Hamdānī sangat sulit diketahui, meskipun karya ilmiahnya tersebar luas. Dia sangat dikenal reputasinya sebagai grammarian (ahli bahasa), tetapi juga menulis banyak puisi, mengompilasi tabel astronomi, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mempelajari sejarah dan geografi kuno Arabia.
Ayahnya adalah pengelana dan sering harus ke kota-kota Kufah, Baghdad, Basra, Oman dan Mesir. Pada usia 7 tahun, dia telah mulai bercakap tentang pengelanaan. Dia lalu pergi ke Makkah dan tinggal dan belajar di sana lebih dari enam tahun. Belakangan dia balik ke San’a dan berkarya di Himyar. Namun sikapnya yang kritis terhadap politik membuatnya dipenjara hingga dua tahun. Setelah dilepas dia kembali ke Rayda, dan dalam perlindungan sukunya, dia berkarya di sana sampai wafat hingga 945 M.
Karya al-Hamdani tentang Geografi Jazirah Arab (Sifat Jazirat ul-Arab) adalah karya yang sangat penting di bidang ini, bahkan hingga seribu tahun kemudian (!) sebagaimana diakui oleh A. Sprenger dalam bukunya “Post- und Reiserouten des Orients” (Leipzig, 1864) dan dalam “Alte Geographie Arabiens“ (Bern, 1875). Karya besar al-Hamdānī yang lain adalah “Iklil” (Mahkota) yang membahas genealogi (silsilah) para Himyarit, peperangan di antara mereka dan para rajanya, dalam 10 jilid. Jilid 8 tentang kota-kota dan istana di Arab Selatan telah diedit dan dikomentari oleh Müller dalam buku “Die Burgen und Schlösser Sudarabiens“ (Vienna, 1879-1881).
Hakekat Masalah
Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, umat manusia semakin terbuai oleh teknologi, mereka di manjakan dengan fasilitas teknologi dan berbagai produk teknologi yang membuat mereka lupa akan kebesaran Sang Khalik.
Ada dua teori perubahan sosial dan sosiologi. Pertama, proses perubahan yang di mulai pada diri manusia secara individu (perorangan), kemudian di lanjutkan pada perubahan sosial pada level masyarakat dan kemudian diakhiri pada proses perubahan pada level sistem sains dan teknologi. Kedua, proses perubahan sosial yang dimulai dari perubahan sistem sains dan teknologi, kemudian merambat pada perubahan level masyarakat, dan diakhiri perubahan pada level individual.
Al-Qur'an surat At-Tahrim ayat 6 berbunyi sebagai berikut :
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerkjakan apa yang diperintahkan." (QS. At tahrim : 6)
Berdasarkan ayat diatas Islam menganut teori perubahan sosial pertama. Adanya kewajiban memperbaiki kualitas kepribadian di mulai dari dirinya terlebih dahulu, yaitu perintah "Jagalah dirimu" dan kemudian di susul dengan kata "dan keluargamu", menjadi petunjuk bahwa dalam Islam perubahan-perubahan kearah yang positif di mulai dari level individu (diri sendiri) dan kemudian disusul pada masyarakat (teori pertama).
Bila di jabarkan lebih jelas, ayat di atas menggunakan teori perubahan sosial yang perttama, dapat dipahami bahwa perubahan pada diri manusia (secara individual) mencakup keimanan, akhlak, pengetahuan dan perilaku (merupakan factor-faktor yang bisa menyelamatkan manusia dari api neraka). Kemudian perubahan pada level hubungan antara anggota masyarakat berdasarkan faktor-faktor yang telah dimiliki pada level individual tadi.
Setelah terbentuk sistem kemasyarakatan tersebut, barulah perubahan di arahkan pada perubahan sistem sains dan teknologi yang berupa metode-metode untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
Berbeda dengan Islam, negara-negara Barat menganut pada teori perubahan sosial yang kedua. Di mulai pada perubahan-perubahan (pengembangan) sains dan teknologi, kemudian mengubah sistem kemasyarakatan dengan menyesuaikan pada perubahan yang terjadi dalam bidang sains dan teknologi, dan kemudian diakhiri dengan mengubah sistem perseorangan yang juga menyesuaikan dengan perkembangan sains dan teknologi.
Apa akibat dari pengaruh kedua teori tersebut? Pada teori pertama, perkembangan sains dan teknologi (IPTEK) akan berlangsung dengan cara-cara yang manusiawi, hal ini karena perkembangan IPTEK itu dikendalikan oleh individu dan sistem kemasyarakatan yang sudah memiliki kepribadian, bahkan sains dan teknologi lebih bersifat sebagai sarana.
Sementara pada teori yang kedua, sebagaimana dianut Negara Barat, karena titik awal perubahan dimuali dari perkembangan IPTEK, sedangkan perubahan pada level masyarakat dan level individual menyusul kemudian dengan menyesuaikan pada perkembangan IPTEK, maka IPTEK-lah yang mengendalikan manusia. Disinilah, kemudian terjadi proses yang mengabaikan nila-nilai kemanusiaan, manusia kehilangan jati dirinya, dan manusia asing dengan dirinya sendiri. Inilah yang menimpa negara-negara industri modern, bahkan ironisnya keterasingan sudah merambah pada negara timur bahkan Indonesia.
Sekarang kita lupakan masalah di atas sejenak, mari kita kembali pada masalah yang kita bahas. Ketika mereka mengambil buah hasil karya para ilmuan-ilmuan dan mereka sangat menikmatinya, Namun ketika mereka ditanya "Dari kalangan mana saja ilmuan yang pertama kali melakukan penelitian masalah ilmu pengetahuan dan teknologi?,dan dasar apa yang para ilmuan gunakan ketika melakukan penelitian?"
Fakta membuktikan bahwa sebagian besar dari mereka tidak banyak mengetahui awal perkembangan ilmu pengetahuan dan dasar yang di gunakan oleh para peneliti. Mereka kebanyakan menjawab bahwa para ilmuan yang meneliti pada waktu itu adalah kebanyakan dilakukan oleh kalangan para ilmuan Eropa dan dasar yang digunakannya, kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya. Sungguh ini sangat ironis,mengapa bisa demikian?untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas bersama.
Perlu diketahui sekitar abad ke-7 Islam mengalami kejayaan atau merupakan masa keemasan Islam. Pada saat itu muncul ilmuan-ilmuan Islam yang berperan banyak bagi kemajuan ilmu pengetahuan di dunia ini. Dengan hanya bermodal Al-Qur'an mereka dengan teliti menterjemahkan maksud dari ayat-ayat tersebut. Dari ayat-ayat Al-Qur'an inilah mereka para ilmuan Islam menggambarkan tentang maksud ayat-ayat Al-Qur'an tersebut.
Islam merupakan agama yang sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu pengetahuan di muka bumi. Ini tidak terlepas dari sumber agama Islam itu sendiri yaitu Al-Qur'an.
Al-Qur'an melalui ayat-ayatnya telah berepengaruh besar bagi perkembangan ilmu pengetahuaan dan teknologi yang ada di bumi ini. Kekayaan yang terkandung dalam Al-Qur'an ini telah mendorong penemuan-penemuan ilmiah di dunia Islam pada abad ke7 hingga abad ke14 masehi yang memberi sumbangan terhadap perkembangan ilmu di Eropa.
Al-Qur'an mengungkapkan bahwa ilmu pengetahuan dan wahyu adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tidak akan terpisahkan. Keduanya merupakan aspek kebenaran yang sama. Terbukti wahyu yang Allah turunkan kepeda Nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk menuntut ilmu dan pentingnya arti belajar dalam kehidupan umat manusia. Khususnya Islam. (QS Al-Alaq : 1-5).
Al-Qur'an mengajarkan bahwa kemajuan keberagaman ilmu pengetahuan dan teknologi dicapai dengan perantaraan belajar. Al-Qur,an sangat menekankan pentingnya proses belajar. Bahkan kenyataannya, seluruh filosofi Al-Qur'an didasarkan pada pembelajaran yang pada gilirannya akan mengangkat derajat manusia.
Tanpa pengetahuan manusia tidak dapat mengenal Tuhan dan rahasia kekuasaan-Nya, Firman Allah dalam surat Al-‘Alaq jelas menunjukkan bahwa Tuhan menghendaki agar manusia mengenal-Nya melalui manifestasi dan keajaiban-Nya dalam alam semesta ini. Kemudian ia diajari rahasia nama-nama yang terdapat dalam ciptaan Tuhannya, sedangkan mahluk ciptaan-Nya yang lain disuruh tunduk dan bekerja dalam segala hal yang ia inginkan
Pada saat yang bersamaan jika kita menimba ilmu pengetahuan tanpa di barengi dengan do'a maka yang akan di rasakan adalah ketidaksempurnaan dalam belajarnya. Di tegaskan pula menurut Al-Qur'an hanya orang yang berilmu, akan dapat derajat yang tinggi karena mereka akan mengetahui betapa besarnya mukjizat yang allah berikan kepada uamat-Nya. Di dalam Al-Qur'an di jelaskan pula bahwa seluruh yang ada di alam semesta di penuhi dengan tanda-tanda kekuassaan-Nya yang di sadari hanya orang yang berilmu saja.
Manusia sebagai insan yang berpotensi untuk mengetahui dan menguasai ilmu pengetahuan dan Allah-lah yang mengajari tentang apa yang tidak manusia ketahui.
"dan Allah mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuianya."
Dalam mendorong umat Islam untuk bekerja sungguh-sungguh dalam pencarian ilmu harus terus di sosialisasikan karena masa mendatang akan lebih berkembang.
Pada waktu bersamaan Allah memperingatkan kepada manusia bahwa dalam bekerja karas untuk memperjuangkan kehidupan seharusnya tidak melupakan tujuan dari penciptaannya adalah ketika mengambil manfaat alam semesta ini untuk memenuhi kebutuhannya tidak melupakan satu hal. Ia wajib ingat bahwa hidup itu sementara ia jangan sampai larut oleh kekayaan dunia fana ini.
Kitabuallah mengatakan bahwa pengetahuan dan pengajaran yang sejati hanya dapat diperoleh melalui utusan Allah:
Kemudian Kami jadikan kamu berada diatas semua syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan jangnlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari (siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain, dan allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa. Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk rohmat bagi kaum yang meyakini.(QS Al-Jaksiyah:18-20).
Orang-orang yang beriman itu berkata : " Hai kaumku, ikutlah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka? (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak ku ketahui padahal aku menyeru kamu( beriman) kepada yang mha perkasa lagi maha pengampun?". (QS Al-Mukmin : 38,41-42). (www.Google.com)
Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas bahwa ilmu pengetahuan yang benar adalah datang dari para utusan-Nya. Sumber-sumber yang datang dari selain Allah SWT hanyalah dugaan belaka dan tidak ada manfaatnya bagi alam semesta. Al-Qur'an menjelaskan (QS Yunus:36).
Melalui ayatnya, Al-Qur'an memberi dorongan kepada para ilmuan-ilmuan untuk melakukan beragam macam penelitian dalam pendidikan. Banyak sekali ilmu-ilmu yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang manfaat dari ilmu tersebut bisa kita rasakan sampai saat ini seperti ilmu Astronomi yang manfaatnya adalah untuk mengetahui bagaimana keadaan-keadaan tentang planet atau benda luar angkasa yang mana gunanya untuk membantu kegiatan perhitungan tentang luar angkasa, matematika gunanya untuk menghitung yang aplikasinya banyak digunakan untuk menjaga keseimbangan suatu benda, kedokteran : bukti teknologi, adanya alat-alat yang digunakan untuk operasi, dan sebagainya yang hikmah mempelajari ilmu-ilmu tersebut adalah untuk mengetahui betapa besarnya Allah SWT menciptakan alam semesta raya ini, berikut dijelaskan sebagian ilmu tersebut :
1. Astronomi
Astronomi adalah ilmu penegtahuan yang berkaitan dengan gerakan penyebaran dan karakteristik benda-benda langit.
Pendapat lain, ilmu astronomi adalah ilmu yang membahas kemajemukan langit dan bumi.
Semua yang berhubungan dengan alam semsta ini banyak sekali di jelaskan dalam Al-Qur'an yang mengacu pada suatu kesan keharmonisan dan kesetimbangan yang sangat menakjubkan diantara gerakan benda-benda langit. Itu menunjukkan bahwa mereka sedemikian taatnya kepada Sang Pengatur alam jagat raya ini. Semuanya diatur dan di kendalikan oleh Allah SWT sehingga keteraturan dan keseimbangan yang ditunjukkan oleh alam jagat raya ini menjadi tanda akan kebesaran Allah SWT.
Banyak sekali ayat-ayat alqur'an yang memberikan gambaran tentang banyaknya jumlah langit dan bumi. Al-qur'an menuntun manusia untuk memperhatikan langit :
"Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada diatas mereka? Bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit-langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?" (QS Qaf : 6).
Pengaturan dan pengendalian benda-benda langit itu sedemikian menakjubkan. Al-qur'an menjelaskan keteraturan dan keseimbangan yang mengagumkan ini dengan firman berikut :
"Katakanlah: "Siapa Yang Empunya langit yang tujuh dan Ynag Empunya ‘Arasy yang besar?" mereka akan menjawab: "Kepunyaan Allah,"Katakanlah: "maka apakah kamu tidak bertakwa? Katakanlah: "Siapa yang ditangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?"(QS Al-Mu'minun : 86-88).
Tujuan gerakan matahari dan bulan di gambarkan sebagai berikut :
"Dia menyingsikan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan )matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Mengetahui." (QS AL-Anam:96).
Adapun hikmah di balik pergerakan bintang-bintang, di jelaskan Allah di dalam firman -Nya:
"Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya pentunjuk dalam ke gelapan di darat dan di laut sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) pada orang-orang yang kami ketahui"
Kemudian Al-Qur'an menagrahkan perhatian manusia pada keteraturan, disiplin, ketat, dan gerakan-gerakan yang menakjubkan.
Ayat-ayat Al-Qur'an itu sungguh mendorong pengembangan penelitian ilmih dan study tentang astronomi untuk mengungkap banyak lagi informasi tentang ciptaan Allah Yang Maha Esa tentang karakteristik dan perilaku benda-benda langit, sifat, dan pengaruh gerakannya terhadap fenomena alam. Semakin kita berfikir tantang tanda-tanda kebesaran Allah yang terhampar di langit dan di bumi,semakin dekatlah kita kepada Sang Pencipta alam semesta
2. Matematika
Sebagaimana sumber ilmu pengetahuan lainnya dalam Islam, konsep kajian kajian matematika adalah tauhid, yaitu keesaan Allah.
Bilangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kajian matematika pada masa permulaan sejarah Islam. Dimensi kualitatif dan sepiritual dari angka-angka segera mengislamisasikan konsep bilangan ala pitagoras menjadi sebuah bentuk yang sering di sebut sebagai "Pitagoras Ibrahimi "yang amat tersohor. Ini adalah sebuah paham bahwa peranan angka-angka dan bilangan sangat menonjol karena di sinari oleh pesan dari Yang Maha Esa.
Jalaslah bahwa mempelajari bilangan-bilangan dan angka-angka memperoleh dorongan kuat dari Al-Qur'an sehingga membuka cakrawala belajar baru dalam bidang matematika. Kebodohan manusia di ganti dengan ilmu pengetahuan, kemiskinan di ganti dengan kekayaan.
Berkat study Al-Qur'an kaum muslimin mencapai keberhasilan besar dalam ilmu pengetahuan tentang angka-angka dan bilangan dan kemudian berlanjut pada ilmu hitung. Al-Qur'an menyebutkan angka-angka dalam berbagai konteks, misalnya
"Maka kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, kemudian Kami bangunkan mereka, agar kami mengetahui manakah di antara golongan itu yang lebih tepat dalam menghituing dalam beberap lamanya mereka tinggal (dalam gua)." (QS- Al-kahfi:11-12).
"Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal dibumi?" Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi), melainkan sebentar saja, jika kamu sunggu-sungguh mengetahui." (QS Al-Mu'minun:112-114). (www.google.com)
Masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang telah memberikan bahan pemikiran dan dimensi kepada para ahli matematika agar mereka lebih dalam lagi memasuki dunia angka dan bilangan dan menemukan metode dan teknik baru dalam mencari jawaban yang tepat terhadap masalah yang diajukan.
Al-Qur'an memang benar-benar memberikan dorongan kepada para ilmuan Islam untuk melakukan penelitian dalam bidang matematika yang pada gilirannya memungkinkan para ilmuan muslim menemukan teknik-teknik baru dalam bidang ini.
3. Kedokteran
Kemajuan di bidang kedokteran juga dilatar belakangi oleh penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para ahli kedokteran di masa yang lalu dengan merujuk pada sumber ilmu didunia yaitu Al-Qur'an. Prinsip yang ada dalam Al-Qur'an dengan mengutamakan keseimbangan dan keselarasan hidup manusia, ini merupakan sumber inspirasi terbesar dalam pengembangan semua disiplin ilmu pengetahuan dalam Islam. Semua aturan syariat Islam yang ada pada Al-Qur'an mengarah pada kehidupan yang sehat dan kebersihan rohani, lingkungan yang bersih yang aman bagi kelancaran hidup manusia itu sendiri
Faktor awal yang mendorong umat Islam mempelajari ilmu kedokteran adalah tubuh manusia itu sendiri.Selanjutnya kajian Al-Qur'an juga mendorong pengkajian terhadap tubuh manusia karena ia mengatakan bahwa tubuh manusia merupakan tanda kebesaran Sang Khalik.
"Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaaan Allah) bagi orang orang yang yakin." (QS Al-Dzariat : 20).
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak." (QS Al-Rum:20).
Dari sinilah bisa di katakan bahwa awal perkembangan ilmu kedokteran adalah berawal dari Al-Quran yang tujuannya tidak lain adalah untuk menunjukkan betapa agungnya Allah Sang Maha Pencipta.
Sebagian ilmu yang dijelaskan di atas adalah merupakan sebagian kecil ilmu yang telah di jelaskan oleh Allah melalui firman-Nya. Masih banyak lagi cabang ilmu yang mungkin tidak bisa penulis jabarkan namun manfaat dari ilmu tersebut bisa kita rasakan sampai sekarang. Ilmu-ilmu yang berkembang saat ini merupakan perkembangan penelitian yang di lakukan oleh pakar ataupun ahli-ahli dalam bidangnya yang berasal dari kalangan Islam yang kemudian di pakai hingga sampai sekarang ini.
Jelas sudah bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berasal dari orang Islam, pendapat yang mengatakan perkembangan IPTEK dilakukan atau diteliti oleh orang-orang Barat (Eropa) di bantah dengan tegas melalui ayat-ayat Al-Qur'an diatas. Serta para ilmuan ketika melakukan peneltian selalu menggunakan dasar yaitu Al-Qur'an sehingga jelas bahwa antara Islam dengan perkembangan ilmu teknologi sangat berkaitan erat karena sumber Islam itu sendiri yaitu Al-Qur'an. Dengan ini kita dapat menambah pengetahuan kita semua serta menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT bahwa Allah telah menciptakan pedoman hidup bagi manusia yang begitu lengkapnya.
Kemunduran dan Kejatuhan Imperium Amerika
Lokomotif ekonomi Abad ke-20 muncul lebih kuat dari Era Depresi Ekonomi. Tapi ketika dihadapkan dengan pembusukan budaya, kelemahan struktural dan ketergantungan pada keuangan , dapatkah Amerika melakukannya lagi?
Amerika mencatat sebuah rekor minggu lalu. Jatuhnya harga perumahan baru-baru ini berarti bahwa harga perumahan real estate telah turun 33% sejak puncak kejatuhan – bahkan lebih besar dari 31% ketika John Steinbeck menulis The Grapes of Wrath.
Pengangguran belum kembali ke tingkat Era Great Depression tetapi level pengangguran 9,1% dari jumlah tenaga kerja itu masih pada level yang akan mengkhawatirkan Gedung Putih. Presiden terakhir yang terpilih kembali dengan pengangguran di atas 7,2 % adalah Franklin Delano Roosevelt.
Amerika adalah negara dengan segudang masalah serius. Saat ini, ada satu dari enam warga Amerika bergantung pada kupon makanan pemerintah untuk memastikan bahwa mereka memiliki cukup makanan. Anggaran, yang pernah sedikit surplus lebih dari satu dekade yang lalu, kini memiliki defisit dengan perbandingan sebesar defisit negara Yunani. Ada kelumpuhan kebijakan di Washington.
Asumsinya adalah bahwa masalah-masalah itu dapat dengan mudah diselesaikan karena Amerika adalah negara ekonomi terbesar di planet ini, satu-satunya negara dengan jangkauan militer global, pemilik cadangan mata uang dunia, dan sebuah bangsa dengan catatan penemuan kembali jati diri yang bisa dibanggakan yang terjadi sekali atau lebih dalam setiap generasi.
Semua ini adalah benar dan masih banyak lagi. Universitas-universitas Amerika adalah universitas-universitas hebat, yang menarik orang-orang paling pintar dari seluruh dunia. Ini adalah sebuah negara yang mendorong batas-batas teknologi. Jadi, sangat mungkin bahwa Amerika akan muncul lebih kuat daripada sebelumnya melebihi mimpi buruk terpanjang dari krisis subprime mortgage (krisis kredit pemilikan rumah). Posisi keuangan yang kuat dari perusahaan-perusahaan Amerika bisa melepaskan gelombang investasi baru selama beberapa tahun mendatang.
Biarkan saya menempatkan suatu hipotesis alternatif. Pada tahun 2011, Amerika adalah seperti Romawi pada tahun 200AD atau seperti Inggris menjelang Perang Dunia Pertama: sebuah imperium yang berada di puncak kekuasaan, tetapi dengan keretakan yang mulai terlihat.
Pengalaman dari Romawi dan Inggris menunjukkan bahwa sulit untuk menghentikan kebusukan sekali saja hal itu mulai terjadi, jadi yang berikut ini adalah beberapa tanda peringatan : militer yang menyebar dimana-mana, jurang yang melebar antara si kaya dan si miskin, ekonomi dengan sebuah lubang menganga lebar, warga yang menggunakan hutang di luar kemampuannya untuk bertahan hidup, dan kebijakan-kebijaan yang pernah efetif tapi saat ini tidak lagi bisa menyelesaikan. Tingginya tingkat kejahatan dengan kekerasan, epidemi obesitas, kecanduan pornografi dan penggunaan energi yang berlebihan semuanya ini dapat memberitahu kita suatu hal : Amerika Serikat berada dalam dekadensi budaya yang akut.
Kemunduran Imperium terjadi karena berbagai alasan, tapi faktor-faktor tertentu adalah faktor-fator kambuhan. Ada keengganan awal untuk mengakui bahwa ada banyak hal yang seharusnya meresahkan, dan datangnya sebuah penantang (atau beberapa penantang) dalam tatanan internasional. Dalam kasus Spanyol pada masa lalu, saingan itu adalah Inggris. Dalam kasus Inggris pada masa lalu, saingan itu adalah Amerika. Dalam kasus Amerika saat ini, ancaman itu berasal dari Cina.
Kemunduran Inggris berlangsung sangat cepat setelah tahun 1914. Pada tahun 1945, Inggris adalah sedikit pemain di dunia bipolar (dua kutub) yang didominasi oleh Amerika dan Uni Soviet, dan jantung sterling – standar emas abad ke-19 – dengan cepat kehilangan kilauannya sebagai mata uang cadangan. Ada kekhawatiran, yang disuarakan sejauh kembali ke Era Penemuan tahun 1851, bahwa orang-orang yang lebih lapar, adalah produsen-produsen yang lebih efisien di Jerman dan Amerika Serikat yang mengancam hegemoni industri Inggris. Tapi tidak ada tindakan serius yang diambil sebagai kebijakan. Dalam paruh kedua abad ke-19 terjadi pergeseran halus dalam perekonomian, dari Utara ke Selatan Inggris, dari manufaktur kepada keuangan, dari membuat sesuatu kepada hidup dari penghasilan investasi. Pada tahun 1914, tulisan itu terpampang di dinding.
Dalam dua hal penting, Amerika pada hari ini berbeda dari Inggris seabad yang lalu. Amerika jauh lebih besar, yang berarti bahwa negeri itu mengambil manfaat dari ekonomi skala-benua, dan negara itu telah hadir dalam industri yang akan merupakan industri strategis yang penting pada paruh pertama abad 21. Inggris pada tahun 1914 terlalu tergantung pada batubara dan pembuatan kapal laut, yakni suatu industri yang bergantung pada perang dunia, dan telah gagal untuk cukup awal memahami akan pentingnya kemunculan teknologi-teknologi baru.
Meskipun demikian, ada kesejajaran. Telah ada pergeseran jangka panjang dari penekanan dalam ekonomi Amerika dari manufaktur dan menuju keuangan. Ada tantangan yang berkembang dari produsen di bagian-bagian lain dunia.
Kegilaan
Sekarang, perhatikanlah hal kontras antara pemulihan ekonomi dan pola siklus-siklus sebelumnya. Secara tradisional, pemulihan ekonomi Amerika melihat pengangguran turun pada saat suku bunga yang lebih rendah mendorong konsumen untuk berbelanja dan industri konstruksi mulai membangun perumahan lagi. Kali ini, masalahnya telah berbeda. Ada kegilaan untuk membangun perumahan selama tahun-tahun masa gelembung ekonomi, yang menyebabkan kelebihan pasokan perumahan bahkan sebelum harganya terjun bebas dan meningkatnya pengangguran menyebabkan penyitaan perumahan dengan cepat.
Amerika memiliki lebih banyak rumah lebih dari yang negeri itu tahu apa yang harus dilakukannya, dan bahwa keadaan itu tidak akan berubah selama bertahun-tahun.
Selama beberapa bulan terakhir, pemberitaan tentang kondisi ekonomi yang buruk sangat sedikit sehingga telah meluluhkan harapan akan pemulihan berkelanjutan. Optimisme saat ini telah digantikan oleh kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat menuju kepada resesi ekonomi berganda (double-dip recession mengacu pada resesi yang diikuti oleh pemulihan ekonomi singkat, lalu diikuti oleh resesi lain-pent) yang ditakuti.
Di pasar real estat, yang merupakan gejala mendalam dari kelesuan ekonomi Amerika, double dip telah tiba. Pengurangan pajak (tax break adalah pengurangan pajak yang diberikan untuk mendorong aktiitas komersial-pent) bagi para pemilik rumah hanya diberikan sementara karena pasar yang jatuh sementara jutaan orang Amerika tinggal di rumah-rumah yang nilainya kurang dari harga yang mereka bayar untuk rumah-rumah mereka. Angka-angka terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 28% rumah-rumah dengan hipotek berada dalam ekuitas negative (negative equity adalah nilai properti kurang dari saldo pinjaman untuk membeli aset/properti itu). Tidak mengherankan, hal itu telah membuat Amerika jauh lebih berhati-hati dalam hal pengeluaran uang. Naiknya harga-harga komoditas memperburuk masalah, karena hal itu mendorong inflasi dan mengurangi daya beli yang berasal dari upah dan gaji.
Kebijakan makro-ekonomi telah terbukti kurang efektif daripada kebijakan normal. Namun, hal itu bukan karena keinginan untuk mencoba. Amerika Serikat memiliki tingkat suku bunga jangka pendek sebesar 0 % selama lebih dari dua tahun. Tingkat suku bunga ini memiliki dua dosis besar pelonggaran kuantitatif, dimana dosis yang kedua saat ini berakhir. Defisit anggaran negera itu begitu besar sehingga telah menyebabkan diberikannya peringatan dari lembaga-lembaga pemeringkat kredit, meskipun ada status mata uang dolar cadangan. Dan Washington telah mengadopsi kebijakan kebijakan yang jinak terhadap mata uang, meskipun ada retorika dolar yang kuat, dengan harapan bahwa ekspor murah akan menekan pengeluaran konsumen.
Kebijakan, seperti biasanya, diarahkan pada pertumbuhan karena ketakutan yang besar pada The Fed, Departemen Keuangan dan siapa saja yang menempati Gedung Putih adalah seperti kembali ke era tahun 1930-an. Pada saat itu, kelesuan ekonomi sebagian besar disebabkan oleh deflasi kebijakan ekonomi yang memperdalam resesi yang disebabkan oleh munculnya gelembung pasar saham pada tahun 1920. Tanggapan yang lemah untuk obat pertumbuhan saat ini menunjukkan bahwa Amerika secara struktural jauh lebih lemah daripada di tahun 1930-an. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan itu dibutuhkan keuangan yang melanggar batas ekonomi dan langkah-langkah untuk meningkatkan daya beli keluarga pada umumnya sehingga mengurangi ketergantungan mereka pada utang. Hal ini akan memerlukan amnesti bagi pasar perumahan. Di atas segalanya, Amerika harus menemukan kembali kualitas yang pada awalnya membuatnya besar. Hal itu tidaklah mudah. (rza)
Guardian (6/6/2011)